Selamat Datang di blog-nya Wong Nganjuk
Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat bagi anda
Terima kasih atas kunjungannya
Harap tinggalkan komentar anda sebagai input introspeksi blog ini
Terus dukung program "INTERNET SEHAT" Indonesia

Selasa, 06 September 2011

Belajar Mengemudi (Part 1 - Pengenalan)

Beberapa waktu yang lalu, saya baru saja menyelesaikan kelas kursus mengemudi mobil di kota saya, yaitu Nganjuk. Tempat kursus yang saya pilih bernama "Sinar Abadi". Saya memilihnya karena tertarik dengan promosinya yang begitu gencar dilakukan. Di banyak tempat terutama pinggir jalan-jalan utama dipasang umbul-umbul atau banner yang bertuliskan belajar mengemudi hanya dengan dua ratus ribu rupiah (Rp.200.000,-) saja.
Tapi ternyata, seperti kebanyakan iklan operator jaringan seluler ada juga yang namanya 'Syarat dan ketentuan berlaku'. Ternyata harga Rp.200.000,- itu adalah harga setengah paket, yang harga penuhnya adalah Rp.350.000,-. Jumlah kali pertemuannya yaitu 6 kali pertemuan, dengan waktu 50 menit tiap pertemuan, dan tidak akan mendapatkan sertifikat kelulusan. Untuk paket ini disyaratkan bagi yang sebelumnya sudah pernah belajar, jadi bukan untuk orang yang mulai dari nol besar. Setelah mendapat penjelasan seperti itu, saya tetap ingin mengambil setengah paket saja. Pertimbangannya karena toh untuk mendapatkan SIM-A bukan karena punya sertifikatnya, tapi karena lulus ujian tulis-prakteknya. Selain itu juga karena beberapa tahun yang lalu saya sendiri pernah belajar mengemudi dengan bantuan saudara.
Saya berniat untuk mengambil kursus karena atas dasar pengalaman saya beberapa tahun lalu pernah nekat ikut ujian praktek SIM-A, yang ternyata materinya bikin saya mati kutu di balik setir. Mulai memajukan, memundurkan, putar dalam area terbatas, parkir L maju-mundur, parkir pararel, parkir sirip (serong), juga berhenti di tanjakan hanya dengan main kopling dan gas saja. Waktu itu si bapak polisi penguji menawarkan menukar kesempatan tes praktek dengan Rp.50.000,- saja, dan saya tolak. Akhirnya saya pulang hanya dengan membawa pengalaman berharga mengikuti ujian tulis dan praktek SIM-A yang menurut saya sangat susah sekali.


Oke, langsung saja kita ke materi yak...
- Pelajaran Pertama
Kembali pada kursus saya, hari pertama adalah pengenalan. Oleh istrukturnya (namanya mas Feri) saya ditunjukkan bagian-bagian utama dalam sebuah mobil. Diantaranya yaitu pedal kopling, pedal rem, pedal gas (ketiganya posisi berjajar dari kiri ke kanan), setir, tuas persneleng, tuas lampu sein, hand rem (hand brake) serta Safety Belt (Sabuk Pengaman) .
Uraiannya sebagai berikut:
-Pedal kopling (1), terletak di paling kiri, dan diinjak dengan kaki kiri (tepatnya hanya ujung kaki, sedangkan tumit menempel lantai). Berfungsi meneruskan atau memutuskan putaran mesin ke sistem penggerak. Pengoperasiannya adalah dengan diinjak secara penuh saat akan memasukkan atau mengoper gigi persneleng.
-Pedal rem (2), terletak di sebelah kanan pedal kopling, atau di tengah antara pedal kopling dan pedal gas. Diinjak menggunakan kaki kanan (bergantian menurut sikon dan kebutuhan dengan pedal gas), fungsinya pasti semua orang sudah tahu untuk menghentikan laju kendaraan.
-Pedal gas (3), terletak di paling kanan, dan diinjak dengan menggunakan kaki kanan (bergantian menurut sikon dan kebutuhan dengan pedal rem). Fungsinya (juga) sudah jelas untuk menambah laju kendaraan.
 -Persneling, skemanya seperti gambar disamping. Titik merah yang ada pada gambar adalah posisi netral, posisi gigi 1 segaris dengan gigi 2, posisi 3 segaris dengan 4, dan gigi 5 segaris dengan R (Reverse/mundur)  . Untuk masuk ke gigi 1 terlebih dahulu injak penuh kopling, kemudian geser tuas persneling ke kiri hingga mentok lalu dorong keatas. Untuk masuk gigi 2 dari gigi 1 pertahankan posisi tuas dan tarik kebawah. Untuk masuk gigi 3 dari posisi netral cukup dorong tuas keatas, sedangkan jika dari gigi 2 maka naikkan terlebih dahulu tuas (hingga otomatis tuas akan kembali pada posisi netral-titik merah) kemudian dorong keatas. Untuk masuk gigi 4 dari gigi 3 tarik kebawah hingga netral kemudian tarik lagi kebawah, jika dari netral cukup tarik kebawah. Dan untuk masuk gigi 5 dari netral geser tuas kekanan hingga mentok kemudian dorong keatas, sedangkan jika ingin memundurkan maka dari netral kemudian geser ke kanan lalu ditarik kebawah. (Saat pertama, biasakan mengoper-oper gigi persneling dalam keadaan mobil mati, dan kopling harus diinjak sebelum pindah gigi).

-Setir, fungsinya membelokkan roda depan sebagai haluan. Pada kondisi yang ditunjukkan dalam gambar adalah posisi yang lurus dan dapat dipastikan posisi roda juga dalam keadaan lurus. Tetapi bila tidak yakin anda boleh melihat langsung ke posisi roda apakah lurus atau tidak, jika tidak maka luruskanlah. Secara umum, setir dapat diputar mentok sebanyak 2 kali putaran kekiri atau kekanan.



-Tuas lampu sein, berada di sebelah kanan belakang dari setir. Dioperasikan dengan mengungkit tuas keatas menggunakan jari telunjuk atau jari tengah tangan kanan saat tangan menggenggam setir (untuk belok kiri) dan menekan tuas kebawah (untuk belok kanan). Saat setelah anda membelokkan setir (misalnya setelah belok kiri atau kanan) untuk kembali pada posisi lurus, tuas tersebut akan secara otomatis kembali pada posisi semula (mati) sehingga anda tidak perlu mematikannya sendiri.

-Hand brake, atau rem tangan. Berada di tengah antara jok depan letaknya biasanya dibelakang tuas persneling. Tuas ini terdapat sebuah kenob atau tombol pada ujungnya. Cara mengunakannya adalah jika mobil selesai diparkir dan akan ditinggal, tarik saja tuas tersebut hingga terasa mentok. Ketika akan menjalankan mobil lagi, tarik lagi tuas tersebut kemudian tekan tombol penguncinya, tahan sembari tekan ke bawah. Perlu diperhatikan juga, bahwa kita dapat mengetahui apakah rem tangan sedang terkunci ataukah bebas dengan melihat indikator pada dashboard yaitu    ( ! ) apakah menyala atau tidak. Sebelum menjalankan mobil pastikan rem tangan sudah bebas, karena jika tidak maka akan membuat kerja mesin menjadi berat, serta menghabiskan kampas rem yang terus bekerja.

Bersambung...

7 komentar:

Anonim mengatakan...

lanjutkan donk tulisannya... masa udah 2 tahun gak kelar2...
semangaddd....

Ucup jlEk mengatakan...

Iya ya.. kok baru spotong saja artikelnya

Ucup jlEk mengatakan...

Iya ya.. kok baru spotong saja artikelnya

Bariklana mengatakan...

Baik artkelnya dan bermanfaat.mana lanjutannya

Bariklana mengatakan...

Baik artkelnya dan bermanfaat.mana lanjutannya

MARTANATA GGD mengatakan...

Saya suka, ayo teruskan sambungannya

i myself mengatakan...

alamat kursusnya dimana kak..
kok ndk disebutkan